Membangun Mentalitas Desa Maju

Membangun desa membutuhkan mentalitas yang positif atau maju yaitu mental bijak, jujur dan semangat membangun. Bijak berarti berpandangan luas, mampu bersikap secara objektif dan berimbang. Jujur berarti menjunjung tinggi sikap terbuka dan amanah. Selain itu adalah memiliki semangat membangun yaitu tidak melakukan perbuatan yang merugikan desa dan kepentingan masyarakat sehingga orientasinya selalu untuk kemajuan desa.

Sikap dan karakter di atas sangat penting karena tidak mungkin sebuah desa akan maju jika motor penggerak dan pemerintahannya tidak memiliki mentalitas yang positif. Dapat dipastikan desa yang dikendalikan oleh mentalitas yang lemah tidak akan memiliki banyak prestasi atau manfaat sosial yang besar, dan bahkan cenderung akan merugikan desa. Untuk itulah dalam memajukan desa, seharusnya setiap yang berkepentingan untuk menghindari mentalitas yang lemah ini. Secara lebih jelas mentalitas masyarakat yang lemah sbb:

  1. Tidak jujur: ini adalah sikap yang paling membahayakan tatakelola pemerintahan atau lembaga karena kejujuran adalah sikap mutlak yang harus dimiliki seseorang. Tidak adanya sikap jujur dapat mengakibatkan perilaku koruptif dan pasti merusak jalannya roda organisasi.
  2. Tidak terbuka: sikap ini mengakibatkan kebijakan dan tatakelola pemerintahan penuh teka-teki sehingga kebijakan yang akan diambil akan menimbulkan tanda tanya masyarakat. Keterbukaan paling utama adalah dalam mengelola keuangan, kemudian dalam menerapkan kebijakan seperti adanya sosialisasi, pelibatan tokoh penting, dan kebijakan dipahami dengan mudah oleh masyarakat.  
  3. Sikap mendahulukan kepentingan pribadi: ini juga menjadi kelemahan mental yang harus dihindari karena sikap mementingkan pribadi tidak memiliki orientasi maju bersama dan bahkan akan merugikan kepentingan masyarakat umum. 
  4. Tidak semangat membantu: perilaku cuek dan tidak acuh untuk membangun lingkungan sekitar biasanya bukan salah orang tersebut tetapi karena lingkungan yang menciptakannya. Maka sangat penting membangun rasa peduli di tengah masyarakat dengan membuat program yang sifatnya gotong-royong dan membantu sesama.
  5. Tidak dinamis: dinamis artinya bersikap adaptif dan fleksibel sesuai perkembangan zaman. Sikap dinamis menuntut adanya mental pembelajar sehingga pola pikirnya kreatif dan inovatif. Ini sebenarnya membutuhkan tipe SDM dengan kualitas yang unggul karena kreativitas dan inovasi tidak mudah dimiliki oleh semua orang, tetapi hal ini juga sebenarnya bisa diakali dengan menciptakan lingkungan yang sehat dan dinamis, masyarakat diberi ajang dan fasilitas untuk berkreasi dan berinovasi.
Setidaknya itu beberapa hal yang harus dibangun di tengah masyarakat bahwa desa yang maju harus memiliki mentalitas yang maju, bukan mentalitas yang lemah dan berpikiran kecil.

Post a Comment

0 Comments